KOPERASI SEBAGAI
BADAN USAHA
Koperasi adalah badan usaha (UU No.25
tahun 1992). Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah kaidah
perusahaann dan rinsip-prinsip ekonomi yang berlaku. Dengan mengacu pada
konsepsi sistem yang bekerja pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai
badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari manusia,aset-aset fisik dan nonfisik, informasi dan teknologi.
Karena itu, koperasi harus dapat menghasilkan keuntungan dalam mengembangkan
organisasi dan usahanya.
Ciri utama koperasi yang membedakannya
dengan badan usaha lainnya (nonkoperasi) adalah posisi anggota. Dalam UU NO 25
Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa, anggota koperasi adalah
pemilik dan sekaligus penggunaan jasa koperasi. Dalam bahasa ekonomi atau teori
pemasaran, pengguna jasa ini disebut pelanggan (customer). Untuk koperasi primer di Indonesia, anggotanya minimal
20 orang.
TUJUAN DAN NILAI
PERUSAHAAN
Prof. William F. Glueck (1984), pakar
manajemen terkemuka dari Universitas Georgia dalam bukunya Strategy Management And Bussiness Policy, 2 ed, mendefinisikan
tujuan perusahaan sebagai hasil terakhir yang dicari organisasi melalui
eksistensi dan operasinya. Beraneka ragam tujuan yang berbeda-beda diejar oleh
organisasi perusahaan, seperti kesinambungan keuntungan, efisiensi, mutu
produk, menjadi pemimpin pasar (market
leader) dan lain-lain. Selanjutnya, Glueck menjelaskan 4 alasan mengapa
peruasaha harus mempunyai tujuan :
·
Tujuan
membantu mendefinisian organisasi dalam
lingkungannya. Dengan menetapkan tujuan, maka perusahaan akan menarik orang
yang mengenali tujuan ini sehingga mau bekerja untuk mereka. Jadi tujuan mendefinisikan perusahaan.
·
Tujuan
membantu mengkoordinasi keputusan dan
pengambilan keputusan. Tujuan yang dinyatakan mengarahkan perhatian karyawan
kepada norma perilaku yang dikehendaki. Tujuan dapat mengurangi pertentangan
dalam membuat keputusan apabila semua karyawan mengetahui apa tujuannya.
ü Tujuan menyediakan norma untuk menilai pelaksanaan prestasi organisasi.
Tujuan merupakan norma terakhir bagi organisasi dalam menilai dirinya. Tanpa
tujuan, organisasi tidak mempunyai dasar yang jelas untuk menilai
keberhasilannya.
ü Tujuan merupakan sasaran yang lebih nyata daripada pernyataan misi.
Pada awalnya, teori mengasumsikan
bahwa tujuan perusahan adalah memaksimumkan keuntungan jangka pendek. Meskpun
demikian, pada perkembangannya disadari bahwa keuntungan jangka panjang lebih
enting. Sehingga teori yang sekarang dianut mengatakan bahwa tujuan primer perusahaan adalah
memaksimumkan nilai sekarang (net present
value) yaitu nilai dari laba yang diharapkan pada masa yang akan datang,
yang dihitung pada masa sekarang pada suatu tingkat bunga yang tertentu.
Persoalannya kemudian adalah bagaimana mencapai nilai perusahaan pada tingkat
yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Dalam banyak kasus perusahaan bisnis,
tujuan umumnya dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
·
Memaksimumkan
keuntungan (maximize profit)
Agar konsep tujuan perusahaan ini
lebih mudah dipahami, maka pendekatan yang dilakukan adalah dari aspek ekonomi
manajerial (managerial eonomics).
Dngan menggunakan model matematika hubungan tersebut dapat ditulis sebagai
berikut
P = TR –TC
Dimana P = Keuntungan (Profit), TR = Penerimaan Total (total revenue), dan TC = Total Biaya (total cost).
Selanjutnya, Penerimaan Total (TR)
dapat ditulis sebagai berikut:
TR = Q X P
Dimana Q = jumlah (quantity), harga (price).
Ini berarti, bahwa untuk
memaksimumkan keuntungan maka variabel yang utama diperhatikan adalah
faktor-faktor yang berkaitan dengan penerimaan itu sendiri.
·
Memaksimumkan
nilai perusahaan (maximize the value of
the firm)
Apabila perusahaan lebih memilih
untuk tidak memaksimukan keuntungan karena hal tersebut bersifat jangka pendek,
maka alternatif memaksimumkan nilai perusahaan adalah tujuan yang tepat untuk
jangka menegah atau jangka panjang. Niali perusahaan (value of firm) adalah nilai laba yang diperoleh dan yang diharapkan
pada masa yang akan datang, yang dihitung pada masa sekarang dengan
memperhitungkan tingkat resiko dan tingkat bunga yang tepat. Menurut teori
perusahaan atau teori investasi, nilai sekarang (net present value) perusaahn ditulis sebagai berikut.
Dimana TRt = Penerimaan Total pada tahun t
TCt =
Biaya Total pada tahun t
t =
tahun
r =
discount factor atau discount rate
Persamaan diatas memberikan suatu
makna dalam menganalisis keputusan manajerial, antara lain bahwa discount rate(r) tergantung atas :
ü Risiko yang diterima perusahaan
ü Biaya dari dana / modal pinjaman
·
Meminimumkan
biaya (minimize profit)
Tujuan yang ketiga dari perusahaan
secara umum adalah menyangkut efisisensi atau lebih dikenal dengan meminimumkan
biaya. Secara matematis, rumusan biaya ini dapat diekspresikan sebagai berikut.
TC = FC + VC
Dimana : TC = biaya total (total cost)
FC = biaya tetap (fixed cost)
VC = biaya variabel (variabel cost)
FC = biaya tetap (fixed cost)
VC = biaya variabel (variabel cost)
Biaya total
(TC) ini tergantung dari :
v Teknologi produksi yang digunakan
perusahaan
v Harga sumber daya yang digunakan
perusahaan
Sumber :
Arifin, Sitio, M.Sc., Drs, dkk. 2008. KOPERASI Teori dan Praktik. Jakarta:Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar